Danau Tanralili terletak di pegunungan Bawakaraeng, yang terbentuk akibat dari longsoran gunung Bawakaraeng, beberapa tahun silam.
Kini menyisakan sebuah danau yang di beri nama danau Tanralili.
Dengan pemandangan yang eksotik, merupakan suasana bari buat para pendaki gunung, mendapatkan suasana berbeda selain puncak gunung.
Rabu, 30 Mei 2018
Danau tanralili
Jumat, 24 Februari 2017
Belum Ada Judul
Akhirnya baru sempat lagi untuk posting di blog ini.
terima kasih sebelumnya buat teman-temanku yang telah berkunjung di blog ini. Apabila ada komentar tentang blog ini, dengan senang hati saya akan membacanya.
hari ini Sabtu, tanggal 25 Februari 2017, baru beli kipas angin di toko Alaska. Harganya 365 ribu. wow, sama dengan jumlah hari dalam setahun, yaitu 365.
Tak terasa, sudah 36 tahun usia sekarang ini, dan masih berjalan. Muncul pemikiran baru, kapan kehidupan ini akan berakhir?. Oh, pikiran aneh mulai muncul di benakku. Sampai usia berapa aku nanti ya?
Semua pertanyaan itu muncul begitu saja. Dan tentunya ini adalah pertanyaan semua orang, tapi apakah ada yang memikirkannya seperti aku ya? atau hanya aku saja yang memikirkannya.
Hari ini seperti biasanya, aku kembali pada kesibukan sehari-hari, yaitu sebagai karyawan di PT. Pahala Express Cabang makassar, berada di depan komputerku untuk membuatkan laporan harian untuk marketing.
Kesibukan yang setiap hari di lakukan, semenjak bulan Oktober 2016 kemarin, karena sebelumnya pekerjaanku adalah sebagai IT / EDP atau bagian jaringan. Perubahan pekerjaan ini dikarenakan kebutuhan akan marketing di perusahaan untuk perkembangan dalam meraih omzet perusahaan.
perusahaan kami bergerak di bidang jasa pengiriman paket dan dokumen, yang melayani kiriman baik itu darat, laut maupun udara, dengan beberapa layanan yang tersedia, mulai dari Reguler, Express, hingga Internasional.
PT. Pahala Express Cabang makassar, merupakan salah satu cabang PT. Pahala Express yang berlokasi di Jl. Abdullah Dg. Sirua Makassar, dekat dengan SD Tamamaung. lokasi cukup strategis karena berada di pinggi jalan, dekat dengan perempatan jalan ence dg. ngoyo dan juga jl. Abdesir II.
Terakhir kali melakukan aktifitas pendakian, adalah pada bulan Agustus 2016 dalam acara 17-an, yang berlokasi di Gunung Bulusaraung, bersama dengan teman-teman sesama pendaki, baik itu dari Parangloe Pecinta Alam, Batangase Pecinta Alam, juga ada Sispala dan beberapa dari PASTEl, Pecinta Alam Semesta Tellumpoccoe.
Suasana saat itu, di puncak Gunung Bulusaraung pada tanggal 17 Agustus 2016, cukup dingin, diselimuti kabut yang tebal, namun banyak sekali para pendaki yang berada di puncaknya. Hal ini terekam kamera kami, dan juga foto-foto yang kami abadikan, dimana jalur pendakian dari Pos 9 menuju pos 10, terjadi kemacetan.
hal ini terjadi, karena area puncak dari gunung bulusaraung, cukup sempit, apalagi jika dibandingkan dengan gunung bawakaraeng yang bisa menampung hingga 2 ribu orang. kalau di puncak gunung bulusaraung, kapasitas penampungan hanya berkisar 200 hingga 300 orang.
Dan data yang berhasil kami himpun dari pelaksana kegiatan, hampir seribu pendaki yang berada dan sedang mendaki di puncak bulusaraung. melihat kemacetan yang terjadi, kami dapat memperkirakan, bahwa para pendaki yang berada di puncak bulusaraung ada sekitar 250 orang lebih.
dan kami menunggu dengan sabar, para pendaki yang mulai turun, agar kami dapat berfoto di puncak dari gunung bulusaraung ini.
Ternyata hari itu, kabut yang tebal, telah menutupi langit puncak bulusaraung, dari subuh sekira jam 5 pagi hingga pukul 10 pagi. harapan para pendaki agar dapat berfoto pada saat pajar, dan mendapatkan foto sunrise.
terima kasih sebelumnya buat teman-temanku yang telah berkunjung di blog ini. Apabila ada komentar tentang blog ini, dengan senang hati saya akan membacanya.
hari ini Sabtu, tanggal 25 Februari 2017, baru beli kipas angin di toko Alaska. Harganya 365 ribu. wow, sama dengan jumlah hari dalam setahun, yaitu 365.
Tak terasa, sudah 36 tahun usia sekarang ini, dan masih berjalan. Muncul pemikiran baru, kapan kehidupan ini akan berakhir?. Oh, pikiran aneh mulai muncul di benakku. Sampai usia berapa aku nanti ya?
Semua pertanyaan itu muncul begitu saja. Dan tentunya ini adalah pertanyaan semua orang, tapi apakah ada yang memikirkannya seperti aku ya? atau hanya aku saja yang memikirkannya.
Hari ini seperti biasanya, aku kembali pada kesibukan sehari-hari, yaitu sebagai karyawan di PT. Pahala Express Cabang makassar, berada di depan komputerku untuk membuatkan laporan harian untuk marketing.
Kesibukan yang setiap hari di lakukan, semenjak bulan Oktober 2016 kemarin, karena sebelumnya pekerjaanku adalah sebagai IT / EDP atau bagian jaringan. Perubahan pekerjaan ini dikarenakan kebutuhan akan marketing di perusahaan untuk perkembangan dalam meraih omzet perusahaan.
perusahaan kami bergerak di bidang jasa pengiriman paket dan dokumen, yang melayani kiriman baik itu darat, laut maupun udara, dengan beberapa layanan yang tersedia, mulai dari Reguler, Express, hingga Internasional.
PT. Pahala Express Cabang makassar, merupakan salah satu cabang PT. Pahala Express yang berlokasi di Jl. Abdullah Dg. Sirua Makassar, dekat dengan SD Tamamaung. lokasi cukup strategis karena berada di pinggi jalan, dekat dengan perempatan jalan ence dg. ngoyo dan juga jl. Abdesir II.
Terakhir kali melakukan aktifitas pendakian, adalah pada bulan Agustus 2016 dalam acara 17-an, yang berlokasi di Gunung Bulusaraung, bersama dengan teman-teman sesama pendaki, baik itu dari Parangloe Pecinta Alam, Batangase Pecinta Alam, juga ada Sispala dan beberapa dari PASTEl, Pecinta Alam Semesta Tellumpoccoe.
Suasana saat itu, di puncak Gunung Bulusaraung pada tanggal 17 Agustus 2016, cukup dingin, diselimuti kabut yang tebal, namun banyak sekali para pendaki yang berada di puncaknya. Hal ini terekam kamera kami, dan juga foto-foto yang kami abadikan, dimana jalur pendakian dari Pos 9 menuju pos 10, terjadi kemacetan.
hal ini terjadi, karena area puncak dari gunung bulusaraung, cukup sempit, apalagi jika dibandingkan dengan gunung bawakaraeng yang bisa menampung hingga 2 ribu orang. kalau di puncak gunung bulusaraung, kapasitas penampungan hanya berkisar 200 hingga 300 orang.
Dan data yang berhasil kami himpun dari pelaksana kegiatan, hampir seribu pendaki yang berada dan sedang mendaki di puncak bulusaraung. melihat kemacetan yang terjadi, kami dapat memperkirakan, bahwa para pendaki yang berada di puncak bulusaraung ada sekitar 250 orang lebih.
dan kami menunggu dengan sabar, para pendaki yang mulai turun, agar kami dapat berfoto di puncak dari gunung bulusaraung ini.
Ternyata hari itu, kabut yang tebal, telah menutupi langit puncak bulusaraung, dari subuh sekira jam 5 pagi hingga pukul 10 pagi. harapan para pendaki agar dapat berfoto pada saat pajar, dan mendapatkan foto sunrise.
Senin, 02 November 2015
Pendakian Bersama Puncak Bulusaraung 1353 Mdpl
sesuai dengan commitment dari teman-teman sesama pendaki yang ada di Desa Tellumpoccoe, kami ingin mengadakan pendakian bersama yang dipusatkan di puncak bulusaraung desa pangkep. puncak bulusaraung yang merupakan bagian dari kawasan wisata bantimurung bulusaraung ini sudah menjadi kawasan wisata yang dikelola oleh pemerinta setempat.
hal ini terlihat dari beberapa spanduk yang terdapat di pos penjagaan di desa tompobulu yang merupakan lokasi start awal untuk melakukan pendakian di puncak bulusaraung.
seperti yang telah disepakati, teman-teman akhirnya sepakat pada tanggal 31 Oktober s/d 1 Nopember 2015 akan melakukan pendakian bersama yang berorientasi pada bentuk kebersamaan di dalam kerukunan antar warga dusun yang ada di desa tellumpoccoe. hal ini sangat beralasan, karena di desa tellumpoccoe, belum terbentuk sebuah wadah untuk pecinta alam dan organisasi kepemudaan.
alasan utama diadakannya kegiatan ini bermaksud untuk merangkul anak-anak muda yang ada di desa tellumpoccoe untuk mengadakan kegiatan yang berorientasi positif di mana akhir-akhir ini banyak terekspos anak-anak muda yang terlibat dalam geng motor dan begal.
hal ini terlihat dari beberapa spanduk yang terdapat di pos penjagaan di desa tompobulu yang merupakan lokasi start awal untuk melakukan pendakian di puncak bulusaraung.
seperti yang telah disepakati, teman-teman akhirnya sepakat pada tanggal 31 Oktober s/d 1 Nopember 2015 akan melakukan pendakian bersama yang berorientasi pada bentuk kebersamaan di dalam kerukunan antar warga dusun yang ada di desa tellumpoccoe. hal ini sangat beralasan, karena di desa tellumpoccoe, belum terbentuk sebuah wadah untuk pecinta alam dan organisasi kepemudaan.
alasan utama diadakannya kegiatan ini bermaksud untuk merangkul anak-anak muda yang ada di desa tellumpoccoe untuk mengadakan kegiatan yang berorientasi positif di mana akhir-akhir ini banyak terekspos anak-anak muda yang terlibat dalam geng motor dan begal.
Jumat, 22 Agustus 2014
DIKSAR MANDAI PECINTA ALAM
Kami dari pengurus MANDAPALA akan mengadakan DIKSAR Angkatan III yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 September s/d 3 September 2014.
Kami akan menunggu siapapun yang ingin mendaftar menjadi anggota muda MANDAPALA.
persyaratan yang harus dipenuhi :
1. Bertempat tinggal di daerah sulawesi selatan, diutamakan daerah Makassar dan Maros
2. Pria dan wanita usia 17 tahun s/d 30 tahun
3. Pernah mengikuti kegiatan extra seperti : Pramuka, PMR, atau outbond
4. Menyerahkan foto kopi identitas seperti :
a. Ijazah Terakhir
b. KTP
c. Sertifikat yg berhubungan dengan dunia kepecinta alaman
5. Membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5.000 rupiah
untuk pendaftar yang berminat dapat menghubungi :
via telepon :
Muhammad Noor : 082197119812
via email :
hasanborneo@yahoo.com
KESIBUKAN BARU
Setelah lama tidak aktif dalam dunia kepecinta alaman, kini mulai disibukkan dengan pekerjaan yang cukup memeras keringat dan juga pikiran. yaitu pekerjaan di dunia cargo dan handling di bandara internasional sultan hasanuddin.
setelah menjalani selama 3 bulan lamanya, ternyata cukup menyenangkan bisa melakoni sebuah kesibukan baru di dunia cargo
setelah menjalani selama 3 bulan lamanya, ternyata cukup menyenangkan bisa melakoni sebuah kesibukan baru di dunia cargo
Jumat, 17 Juni 2011
SEJARAH ORGANISASI KELOMPOK PENCINTA ALAM MANDAPALA
Sulawesi Selatan dengan geografi yang penuh dengan hutan dan gunung, memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Bongkahan Kars di kabupaten Maros yang takkan habis tergali walau 7 turunan sekalipun. Hasil alam yang berlimpah, merupakan amanat bagi generasi muda untuk dapat melestarikan dan memelihara dari pengrusakan agar anak cucu di kemudian hari dapat menikmati peninggalan nenek moyang mereka dengan bentuk yang tidak jauh berbeda.
Dari kesadaran akan kelestarian lingkungan ini, melahirkan generasi-generasi pemerhati lingkungan yang mengalami metamorfosis dari waktu ke waktu. Khususnya di sulawesi selatan, Libra Double Cross Pertengahan bulan Januari, berkumpul lima orang dari Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, komisariat Mandai, bermusyawarah untuk mendirikan sebuah Organisasi Pencinta Alam dalam Organisasi HPPMI tersebut. Akhirnya awal Pebruari, setelah melalui proses musyawarah, tersebut lima orang Pendiri KELOMPOK PENCINTA ALAM MANDAPALA, terdiri atas Nur Aksa Yahya, Muhammad Aris, Ahmad Dhani, Agusnawati, Juhariah Jafar yang akhirnya sebagai Pencetus berdirinya KELOMPOK PENCINTA ALAM MANDAPALA. Dan KPA MANDAPALA resmi berdiri pada tanggal 1 Februari 2001, sesuai dengan surat keterangan yang di Tanda tangani oleh Camat Mandai.
Dan sebagai rencana awal setelah berdirinya KELOMPOK PENCINTA ALAM MANDAPALA ini, adalah mengadakan DIKSAR I KPA MANDAPALA yang terdiri dari 9 orang anggota bertempat di TA’DEANG, bukit Rumbia pada tanggal 17 April s/d 20 April 2001.
Rencana kerja berikutnya, adalah membuat AD/ART KPA MANDAPAL, karena AD/ART tersebut merupakan pedoman KPA MANDAPALA dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Dan merupakan aturan dasar yang harus di patuhi oleh setiap anggota KPA MANDAPALA.
SEJARAH DAN DINAMIKA KE-PECINTA ALAMAN
SEJARAH DAN DINAMIKA KEPENCINTA ALAMAN
| P |
engertian Sejarah : kejadian pada masa lampau yang kemungkinan dijadikan sebagai dasar pada masa-masa yang akan datang (patokan)
Mendaki gunung bukan olah raga biasa. Setidaknya setiap pendaki gunung harus cukup kuat mentalnya, harus mempunyai keterampilan, kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang tinggi.
Hal ini karena tantangan yang dihadapi mempunyai kualitas tersendiri. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri sendiri dalam bersekutu dengan alam. Keberhasilan suatu Pendakian yang sukar berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.
Sejak dua abad lalu, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal dan digemari oleh manusia. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan baik semasa peperangan maupun ketika melakukan tuntutan kehidupannya. Seperti yang dilakukan oleh Hanibal yaitu seorang panglima kerajaan KARTAGO atas pegunungan Alpen.
Atau petualangan yang dilakukan oleh Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakorum dan Kaokasus untuk menuju Asia Tengah.
Dalam bentuknya yang sekarang ini, Pendakian gemilang untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 1786, ketika Dr. Paccard dan seorang pemandu Balmant berhasil mencapai puncak Mount Blanc dengan ketinggian 4807 MDPL yang tujuannya sebagai pengamatan ilmiah.
Pada babak-babak berikutnya puncak-puncak pegunungan Alpen mulai di jajaki oleh penggemar olah raga mendaki gunung. Dan semakin popular setelah sir Alfred Willis beserta kawan-kawannya pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn dengan ketinggian 3708 MDPL. Pendakian tersebut abad ALPINISME dan merupakan cikal bakal terbentuknya perkumpulan pendaki gunung. Dan team perkumpulan pendaki gunung tertua di dunia sampai sekarang ini adalah BRITISH ALPINE CLUB pada tahun 1857.
Kemudian Edward Whumper yaitu seorang pelukis Inggris memimpin Pendakian ke Matterhorn dengan ketinggian 4478 MDPL pada tahun 1865 pendakian tersebut dimaksudkan untuk membuat lukisan pegunungan Alpen. Tetapi tragis ketika mereka turun setelah keberhasilannya, tali pengaman putus sehingga merenggut 4 nyawa dari 7 anggota kelompoknya.
Setelah Pendakian yang penuh tragedy itu, mulailah para pendaki gunung mencoba mencapai puncak-puncak lainnya.
Ketika puncak-puncak pegunungan Alpen sudah sering di daki, pada pendaki mulai mencari puncak lainnya. Dan mengalihkan pi lihan pada daerah pegunungan Himalaya.
Pada tahun 1950 sekelompok pendaki gunung Negara Perancis berhasil mencapai puncak Wanapurna I dengan ketinggian 8078 MDPL. Prestasi ini mendorong minat Kolonel John Hunt untuk memimpin Ekspedisi mencapai Puncak Mount Everest dengan ketinggian 8848 MDPL. Sedangkan puncak gunung tertinggi di dunia ditemukan oleh sir Andrew pada tahun 1852. Beliau mengambil nama Mount Everest untuk menghormati gurunya yang bernama sir George Everest.
Setelah mengalami beberapa kali pengalaman yang mengakibatkan kegagalan, akhirnya puncak Mount Everest dapat dicapai oleh Edmund Hillary dari Selandia Baru bersama dengan bendera Inggris, Nepal dan PBB bersama pemandu dari Nepal, yaitu Tenzing Norgay pada tanggal 29 Mei 1953.
Di Indonesia pada tahun 1909-1911 suatu ekspedisi persatuan ahli burung-burung dari negara Inggris mencoba menembus rimba Irian dari arah selatan menuju gugusan Pegunungan Salju Jaya Wijaya. Mereka tinggal selama 16 bulan, tetapi kembali dengan kegagalan.
Pada tahun berikutnya (1912) ekspedisi Van Der Pie mengambil arah dari sebelah timur dan juga mengalami kegagalan.
Pada tahun yang sama, 1912 Dr. Walaston dengan jalur utara lembah Itakwa mencapai ketinggian 3000 MDPL namun belum berhasil mencapai puncak CARZTEN PYRAMIDE.
Ekspedisi berikutnya lebih berhasil dibawah pimpinan Dr. A. H. Colijjin mencapai puncak NGGA PULU dengan ketinggian 4862 MDPL dengan jalur medan di dinding utara Gletser Puncak Jaya Wijaya pada tahun 1963.
Pendakian itu membuka lembaran baru Sejarah Pendakian di Indonesia, tetapi lama setelah itu, ekspedisi dari Selandian Baru, dibawah pimpinan Henrich Harren pada tahun 1962 berhasil mencapai puncak bersalju CARTENZ PYRAMID dengan ketinggian 4884 MDPL.
Pada tanggal 1 Maret 1964, Sugirin, Soedarto dan Fred Athagoe bersama Tazuke dan kawan-kawannya dari Jepang, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih berhasil mencapai puncak NGGA PULU yang kemudian di beri nama PUNCAK SUKARNO letaknya di daerah tengah pegunungan Jaya Wijaya.
Awal mula tumbuhnya kepencinta alaman di Indonesia dipengaruhi oleh pergerakan kepanduan yaitu berupa Agen Rahasia dan Kurir.
Dengan adanya Fase Orde Lama dan Orde Baru, kepanduan pecah akibat adanya pendapat yang Pro dan Kontra antara PRAMUKA dan WANADRI pada tahun 1964.
Di tahun yang sama pada bulan Mei di bandung WANADRI diresmikan sebagai Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.
Dan MAPALA UI di JAKARTA pada penghujung tahun 1964 terbentuk dan diresmikan sebagai wadah Mahasiswa Pencinta Alam Unipersitan Indonesia.
Sedangkan di wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 70-an berdiri sebuah organisasi kepencinta alaman dan pendaki gunung yaitu Libra Double Cross sebagai wadah Pencinta Alam tertua di Sulawesi Selatan.
Pada tahun 70-an kegiatan kepencinta alaman mulai berkembang mulai dari ekspeisi dan lain sebagainya dan secara serempak kemudian bermunculan perkumpulan yang lainnya yang serupa di berbagai kota di bumi Indonesia.
Pada tahun 1974 diadakan Gladian kepencinta alaman se Indonesia di Ujung Pandang yang menghasilkan kesepakatan bersama yaitu Kode Etik Pencinta Alam se-Indonesia yang dicetuskan di Pulau Kayangan Sulawesi Selatan. Sekarang Makassar.
Pada akhir tahun 1974 pemerintah Sulawesi Selatan ingin menghimpun seluruh organisasi Pencinta Alam pada waktu itu, menjadi HIPALA oleh Andi Baso Amri. Karna dianggap pada waktu itu Pencinta Alam mempunyai Skill yang mapan dan massa yang banyak namum pada saat itupun gagal.
Langganan:
Postingan (Atom)

